makanan lebaran, menu lebaran, hidangan lebaran, naik berat badan

Biasanya setiap keluarga menyajikan menu khas Lebaran, seperti opor ayam, rendang daging, semur daging, sayur labu siam, sambal goreng ati, dan masakan lezat lainnya. Siapa yang tak tergoda ketika melihat berbagai hidangan masakan lezat. Hal ini tentu menggugah selera makan Anda, rasanya mungkin Anda ingin makan semuanya. Belum lagi cemilan-cemilan yang berjajar di atas meja seolah melambaikan tangan untuk  segera disantap. pernahkan terpikir:

Apa salahnya disantap? Makan saja, toh tak sering-sering.

Tapi ingat, tetap jaga berat badan Anda saat Lebaran. Anda tentu tidak ingin berat badan naik setelah Lebaran, bukan?

Makanan yang Anda makan saat Lebaran cenderung makanan yang tinggi lemak dan gula, yang membuat kalori yang masuk ke tubuh Anda menjadi berlebihan. Tak heran, berat badan naik setelah Lebaran.

“Makanan yg mngandung kuning telur, kemudian makanan yang berasal dari hewan itu pasti mengandung kolesterol.  Lainnya bersifat lemak jenuh misalnya makanan dari santan yang dipanaskan berulang-ulang dan  gorengan,” Kata Marya Haryono, dokter gizi dari RSU Bunda, Menteng, Jakarta

Hanya saja, ini tak berarti kalau Anda sama sekali tak boleh menyantap hidangan Lebaran yang super nikmat ini.

Setelah Lebaran, hari libur pun masih panjang, membuat Anda masih ingin bermalas-malasan di rumah atau pergi ke tempat-tempat wisata sambil mencicipi berbagai makanan. Hal ini membuat Anda lupa untuk berolahraga. Sehingga, kalori yang masuk ke tubuh Anda lebih besar dibandingkan kalori yang Anda keluarkan.

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar berat badan tidak naik setelah Lebaran? Kuncinya adalah

Kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Solusinya memang harus :

  • Kendalikan diri. Kenali rasa kenyang, makan secukupnya

    Berhenti makan sebelum Anda kenyang. Jangan membuat diri Anda terlalu “penuh”, ini akan membuat Anda menjadi malas bergerak. Sebaiknya, makan dengan kesadaran penuh dan tanpa gangguan agar Anda bisa merasakan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

  • Menjaga pola makan, termasuk frekuensi, porsi, dan jenis makanan

    Walaupun sedang Lebaran, bukan berarti Anda bisa sangat bebas untuk makan apa saja yang Anda inginkan. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan porsi makan Anda, jangan terlalu berlebihan. Anda mungkin bisa memakai piring kecil untuk membatasi porsi makan Anda.

    Makanan yang mengandung kuning telur, kemudian makanan yang berasal dari hewan itu pasti mengandung kolesterol.  Lainnya bersifat lemak jenuh misalnya makanan dari santan yang dipanaskan berulang-ulang dan  gorengan,” Kata Marya Haryono, dokter gizi dari RSU Bunda, Menteng, Jakarta

    Tak hanya makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang Anda konsumsi saat Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup manis saat Lebaran tanpa Anda sadari dapat menyumbang kalori lebih ke tubuh Anda. Biasanya Anda tidak memerhatikan sudah berapa kue yang Anda makan dan sudah berapa gelas sirup yang Anda minum. Hati-hati!

    Bahaya kalori kue lebaran, intip disini

  • Konsumsi pembakar lemak green coffee & PSY, tidur cukup, dan berolahraga ringan

    Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting bagi Anda untuk tetap mendapatkan tidur yang cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran.

    Green coffee / Kopi Hijau Murni telah terbukti meningkatkan metabolisme sehingga membakar lemak dari kalori yang kita konsumsi.

    Cek reviewnya disini. Tetap minum KOPI HIJAU MURNI & PSY selama lebaran , agar berat badan tidak terlalu melonjak naik